Text Widget

Instructions

Recomended

Powered by Blogger.

AKHIBUS SAJIDIN

Nge-blog untuk memberikan sedikit sumbangsih kepada Anda

Tuesday, 11 June 2013

Contoh Dialog Verbatim, Ketrampilan Komunikasi Konselor

by cah bolang  |  at  10:55


I.  Identifikasi Masalah
 

A.1. Identitas Klien

 Nama Lengkap Klien             : Arman Putra Nababan

 Kelas                                     : Semester 2

 Tempat/Tanggal Lahir             : Tuban,10 April 1993

 Jenis Kelamin                         : Laki-laki

 Agama                                   : ISLAM

 Alamat Rumah                        : Semanding Tuban

       Telpon Rumah                              : (0356) 552562

 Gol. Darah                              : O

 Berat Badan                                      : 58 Kg.

 Tinggi Badan                          : 170 cm.

 Anak ke    ( 1 )    dari   ( 1 )   bersaudara

 Hobi                                                   : Olahraga

 Kegiatan Luar Sekolah          : Beladiri, PMI (Palang Merah Indonesia)

 Kegiatan Dirumah                  : Membantu Orang Tua

  A.2. Identitas Orang Tua

 Ayah                                                   : Dharma Ali Putra Prabowo

 Pekerjaan Ayah                                  : Guru

 Suku                                                   : Jawa

 Pendidikan                                         : S1

 Alamat Rumah                                   : Semanding Tuban

 Ibu                                                                  : Dwi putri

 Pekerjaan Ibu                         : Guru

 Suku                                                   : Jawa

 Pendidikan                                         : S1

 Alamat Rumah                                   : Semanding Tuban


  B.  Sumber diperolehnya Masalah

Dari Klien dan Sahabat dekat klien, dan juga orang tua klien


  C.  Deskripsi Masalah

      1. Masalah

Arman adalah salah satu mahasiswa semester dua STAI Attanwir Talun yang datang untuk menemui seorang konselor. Arman mempunyai masalah dalam kuliahnya, yaitu tidak cocok dengan bidang kuliah yang ia dalami.


1

2

2. Akademik

Dari akademik dari tingkat SMA-nya pernah juara cerdas cermat Se-SMA Bojonegoro

3. Keadaan fisik

Tinggi dan atletis

4. Keadaan Keluarga

Harmonis antara bapak dan ibu.

5. Kepribadian

Punya kepribadian yang kritis terhadap sesuatu perkara.

II. SINTESA

  A. Metode Pengumpulan Data

  Wawancara, observasi dan Dokumentasi

  B. Diagnosis

 Melihat dari permasalahan yang dihadapi oleh Arman perkiraan penyebabnya adalah

1.   Pilihan yang menurut arman tidak sesuai

Dari perkiraan penyebab tersebut yang mengakibatkan Arman :

1.  Merasa malas dengan apa yang dijalani.

 C. Prognosis

Setelah mengidentifikasi masalah yang terjadi pada saudari Arman, maka yang perlu dilakukan adalah berusaha untuk merubah cara/pola pikir Arman dengan bantuan layanan konseling Individual dan menggunakan pendekatan eksistensial-humanistik, Hal ini dilatar belakangi agar klien dapat:

·         Memahami keterbatasan dan memaksimalkan kesadaran diri

·         Menghapus penghambat-penghambat aktualisasi potensi pribadi

·         Bebas dan bertanggung jawab atas arah kehidupanya sendiri

·         Menemukan kebebasan memilih dengan kesadaran diri





















3

BAB II

DIALOG VERBATIM


1. TAHAP PENGENMBANGAN HUBUNGAN


A. Penerimaan Konselor (Attending Skills)

Klien      : Assalamualaikum Wr. Wb.. (mengetuk pintu)

Kons  : Waalaikum Salam Wr. Wb. ayok mari mas silahkan masuk dipakai saja sepatunya...!!! (mempersilahkan masuk)

Klien      : Iya Pak...!!! (dengan wajah menunduk dan berjabat tangan)

Kons      : Lha kenapa berdiri mas? Ayok silahkan duduk..!!! (mempersilahkan duduk)

Klien      : Iya Pak...Terima Kasih.

Kons      : Ada apa yah Mas? (Keterampilan bertanya)

Klien      : Emmmmm......!!! (diam)

Kons      : Ya sudah...Coba Mas tarik Nafas dulu, terus keluarkan pelan-pelan..!!! (memberikan kenyamanan pada klien)

Klien      : Hhhhhhzzzz......haaaahhhhh...(tarik nafas)

Kons      : Gimana Mas? Sudah agak lega kan? Bapak juga suka melakukan hal itu kok.!!

Klien      : Alhamdulillah...Lumayan pak. (klien malu-malu dan agak takut)

Kons      : Jangan takut..!!! Anggap saja bapak ini saudara Mas sendiri..!! Oh ya saya lupa, nama bapak Darman, Kalau adik siapa? (berjabat tangan)

Klien      : Saya Arman Pak..! (masih berjabat tangan)

Kons      : Lho kok sama yah... Arman dan Darman saya panggil adik saja yah? (tersenyum)

Klien      : Iya Pak hampir sama..Hehehe. (tersenyum)

Kons      : Kayaknya ada sesuatu yang pingin adik ungkapkan? Oh iya, sebelumnya adik pernah melakukan konseling belum? (structuring)

Klien      : Belum Pak..! (wajah menengadah)

Kons      : Adik tahu apa itu konseling? (structuring)

Klien     : Kata temen-temen saya kalau datang kesini semua masalah bisa terselesaikan         Pak. Bener gak Pak? (wajah diangkat)

Kons     : Konseling itu membantu permasalahan individu dalam menyelesaikan masalahnya, adik punya masalah, saya sebagai konselor membantu adik untuk pencapaian masalah yang ingin diselesaikan. Jadi adik di sini jangan takut untuk mengungkapkan semua unek-unek adik kepada Bapak..!!! (structuring)

Klien      : Iya Pak...(malu-malu)




4

2.  TAHAP INDENTIFIKASI MASALAH

A. Keterampilan Mendengarkan

Kons      : Kayaknya ada beban dalam diri adik yah..? (Refleksi)

Klien      : Emmmm....Kira-kira nanti saya jadi apa yah pak? (wajah bingung)

Kons      : Lho....Kok jadi apa? (keterampilan bertanya)

Klien      : Saya merasa tidak cocok pak dengan jurusan kuliah ini, saya ingin keluar saja pak...(wajah murung)

Kons      : Memang kenapa dengan jurusan adik sekarang? (keterampilan bertanya)

Klien      : Tidak sesuai cita-cita yang saya harapkan pak..!! (wajah sedih)

B. Empati Skills

Kons      : Iya bapak ngerti apa yang adik rasakan sekarang, pasti adik merasa bingung Kan? (empati)

Klien     : Iya Pak... Kenapa semua ini terjadi padaku? (bingung)

C. Ketrampilan Refleksi

Kons      : Kayaknya tidak sesuai dengan adik yang rencanakan sebelumnya yah? (parafase)

Klien     : Iya Pak... Sirna sudah harapanku (sedih)

D. Ketrampilan Eksplorasi

Kons      : Terus kenapa adik tidak masuk jurusan sesuai dengan keinginan adik? (klarifikasi)

Klien     : Mungkin ini KARMA kali pak? (wajah murung)

Kons      : Jurusan yang adik suka apa? (bertanya terbuka)

Klien     : Pokoknya yang berbau hukum pak...!!!

E. Ketrampilan Bertanya

Kons   : Kenapa adik suka hukum? Ada yang menarik dengan jurusan yang adik suka? (bertanya terbuka)

Klien     : Males pak sana-sini dengar hukum tidak jelas kemana arahnya, yang salah tidak diberikan hukumnya, yang tidak salah malah dihukum. (Marah)

F. Ketrampilan Menangkap Pesan

Kons      : Jadi adik tidak terima yah dengan hukum yang berjalan sekarang, terus adik pingin gantikan posisi penegak hukum yang berbuat tidak benar gitu ya? (tersenyum)

Klien     : Banget Pak, Masak kemarin ada anak yang mencuri sandal divonis kurungan penjara 5 tahun sementara para koruptor dipenjara masih bisa sempat jalan-jalan liburan ke Bali dan Luar Negeri. Mau jadi apa bangsa ini? Mau tak jebloskan sekalian itu penegak hukumnya, tapi semuanya sirna pak, kenapa juga saya harus kesini? (kesal)



5

G. Ketrampilan Memberikan Dorongan

Kons      : Niat adik bagus, punya jiwa Patriotisme, punya niatan yang mulia, Indonesia tentu bangga punya pemuda seperti adik ini. (menepuk pundak)

Klien     : Iya Pak...Tapi percuma semua ini. Hidupku tidak artinya sekarang. (wajah Murung)


3. TAHAP PERTENGAHAN


A.  Ketrampilan Menyimpulkan Semantara

Kons      : Intinya dengan jurusan adik yang jalankan sekarang ini tidak cocok yah? Terus ada yang tidak buat semua terlaksana yah? (tersenyum {menyimpulkan})

Klien     : Iya Pak mereka gak tahu, apa kalau masuk di jurusan hukum prospeknya akan cerah? Pasti banyak uang juga pak, itu pastinya buat mereka juga. (masih dalam keadaan marah)

B.  Ketrampilan Memimpin

Kons      : Adik juga bisa kan belajar hukum di luar kampus? (tersenyum {memimpin})

Klien     : Iya pak... Tapi kan gak sama dan terlanjur drop pak. (murung lagi)


4. TAHAP PEMILIHIAN TEKNIK/STRATEGI


A.  Ketrampilan Memfokuskan

Kons      : Kira-kira harapan orang tua adik apa sih sebanarnya? (menatap klien {memfokuskan})

Klien     : Orang tua ingin aku sekolah dekat-dekat Pak, terutama berbau pesantren. (bernafas dalam dengan nada rendah)

B.  Ketrampilan Konfontrasi

Kons      : Boleh saya tahu, apa yang sering orang tua adik katakan kepadamu? (tersenyum {konfrontasi})

Klien     : Tidak tahu pak, bisanya mereka bisanya cuma ngatur saja. (kesal)

Kons      : Lha emang apa yang mereka katakan? (refleksi)

Klien     : Cerewet Pak lah mereka. (kesal)

C.  Ketrampilan Menjernihkan

Kons      : Apa sih yang sekarang membuat adik rugi akibat mereka? (menjernihkan)

Klien     : Gak juga sih pak, tapi prinsip saya, saya orangnya tidak suka diatur, saya sudah mandiri. (wajah diangkat)

D.  Ketrampilan Memudahkan

Kons      : Bapak sangat menghargai adik karena mau bercerita banyak ke bapak, alangkah baiknya apa sih yang adik rasakan atau apa yang adik harapkan? (memudahkan)

Klien     : Saya benci dengan apa yang saya hadapi sekarang pak. Saya benar-benar tidak suka diatur, emang saya anak kecil apa? (sedih dan marah)

6

E.  Ketrampilan Mengarahkan

Kons      : Memang apa yang dulu orang tuamu sih dek? (mengarahkan)

Klien     : Begini pak, mereka berkata "Nak, Kuliah di dekat-dekat saja, yang penting kamu serius itu sama saja kan? Bapak Ibu pingin kamu ngerti soal agama dulu, baru yang lain bisa nyusul nak". Padahal saya juga kan gak mau merepotkan mereka pak. Saya bisa kerja apa saja kok pak. (Klien mempraktekan)

F.  Ketrampilan Sailing (Saat Diam)

Kons      : ...................................................................................(Diam)

G.  Ketrampilan Mengambil Inisiatif

Kons      : Bagaimana jikalau adik udah kuliah jurusan hukum di luar kota sedangkan adek disana kesulitan untuk cari kerja? Terus orang tua tidak mampu membiayai adik untuk kuliah di sana, apa yang adik lakukan? (mengambil Inisiatif)

Klien     : Emmmmmmmmm..........(diam dan berfikir)

H.  Ketrampilan Memberi Nasehat

Kons      : Kamu beruntung dik, punya orang tua yang ngertiin adik, kamulah harapan mereka..!!! Mereka berfikir bagaimana jika mereka meninggalkan kamu? (Memberi Nasehat)

Klien     : Iya Pak saya merasa salah dengan kelakuan saya yang seperti ini dengan mereka. (menyadari kesalahan dan bersikap malu-malu)

Kons      : Banyak dik di luar sana yang tidak seberuntung dengan adik. (memuji)

Klien     : Iya pak, Sahabat-sahabat saya juga sering menasihati saya seperti bapak katakan, tapi jarang saya dengarkan, Yaa Allah aku merasa bersalah sekali pak dengan orang tua dan semuanya. (merasa bersalah)

I.   Ketrampilan Menafsirkan atau Interpretasi

Kons      : Ya sudah alangkah baiknya adik minta maaf..!!! (Menafsirkan atau Interpretasi)

Klien     : Iya Pak, aku beruntung punya orang tua dan sahabat yang memperhatikanku. (wajah mulai diangkat)


5.  TAHAP EVALUASI


 A.  Ketrampilan Menyimpulkan

 Apa kasusnya                                   : Terlalu menyalahkan yang terjadi

 Apa masalahnya                   : Tidak suka dengan Jurusannya, karena tidak disukai

Apa penyebabnya               : Orang tua ingin anaknya kuliah yang dekat, terutama

                            berbau pesantren

 Strategi yang digunakan : Pendekatan Humanistik


7

B.  Ketrampilan Merencanakan

Kons      : Terus apa rencana adik selanjutnya? (Merencanakan)

Klien     : Aku ingin giat dengan semangat membara lagi pak, toh jurusan ini membantu orang lain juga meluruskan orang yang salah di jalannya sama halnya dengan bidang hukum. (dengan semangat membara)

C.  Ketrampilan Menilai

Kons      : Ya sudah. Tapi bapak punya masukan untuk adik "Anggaplah semua yang adik lakukan sebagai sebuah tanggung jawab yang besar bagi adik" Siap..!!! (menilai)

Klien     : Siap Pak..!!! Aku akan menjadi yang terbaik untuk semuanya terutama untuk orang tuaku. (bernafas lega)

D.  Ketrampilan Mengakhiri

Kons      : Ya sudah kayaknya sudah sangat sore ini dik, belum sholat Ashar kan? (time limit)

Klien     : Iya pak belum. Aku juga jarang sholat pak, mungkin aku sudah semakin jauh dengan Allah. Aku pingin berubah pak..!!! (Wajah diangkat)

Kons      : Kalau Adik butuh bimbingan lagi bisa datang kesini lagi, kapan saja kalau adik mau...!!! (memberikan rasa nyaman)

Klien     : OK...Pak..(tesenyum)

Kons      : OK...lakukan yang terbaik..!!! (masih berjabat tangan)

Klien     : Siap laksanakan pak...!!! Assalamualaikum..(berdiri)

Kons      : Waalaikum Salam Wr. Wb. Salam buat keluarga yah dik...!!! (salam

Klien     : Iya Pak...Makasih banyak Pak. Mari Pak...!! (berjabat tangan)

Kons      : Iya Mari....(berjalan keluar ruangan)
















8

BAB III

PENUTUP

A.    Kesimpulan

Manusia tidak luput dari permasalahan, memang sudah tabiat manusia hidup selalu dijalankan dengan sebuah masalah, masalah bukan diartikan sebagai proses gangguan hidup, tapi masalah membuat manusia lebih berfikir dewasa dalam mewujudkan kehidupan yang lebih baik. Seperti halnya dengan Arman yang selalu tidak puas dengan jurusan kuliah yang ia pelajari, hal ini membuat Arman merasa tidak bersemangat dalam belajarnya.

Dengan pendekatan-pendekatan teori konseling yang diberikan konselor seakan membawa klien lebih sadar akan tanggung jawab seorang individu terhadap permasalahannya, dan seorang konselor mampu mempraktekan pendekatan teori konseling dalam menangani praktek dengan seorang klien supaya individu mampu memunculkan potensi-potensi dan rasa tanggung jawab dalam dirinya untuk mengarah ke kehidupan yang lebih baik.

Semoga makalah sedikit ini menjadikan kami agar giat belajar untuk menjadi konselor yang berguna dan terus mengabdi bagi masyarakat, bangsa dan negara. Amin.

B.     Saran

Karena masih minimnya pengalaman dan pengetahuan yang kami miliki dalam bidang Bimbingan dan konseling, tentunya masih banyak kesalahan-kesalahan kata-kata dan pendekatan-pendekatan teknik konseling yang tidak tepat baik yang kami sengaja maupun tidak kami sengaja dalam pembuatan makalah ini.

Saran dan kritik dari dosen khususnya dan dari pembaca umumnya sangat kami perlukan demi keindahan dan rasa tanggung jawab kami sebagai seorang mahasiswa di bidang bimbingan dan konseling selalu haus akan menggali ilmu Bimbingan dan Konseling Islam kedepannya. Amin.




1 comment:

  1. makasih..
    jadi dapat inspirasi buat paraktek konseling individual nnti..0_0

    ReplyDelete

Proudly Powered by Blogger.